Penyakit Hasad dan Pengaruhnya Terhadap Ukhuwah Islamiyah
Tanggal : 20-04-2008
Buka Bersama Komunitas IMB
Tanggal : 06-10-2007
undangan untuk lulusan ISTA
Tanggal : 08-09-2007
Site Tracking By. Google Analitycs
Alkisah si Fulan sedang duduk termenung, dengan pandangan mata yang kosong. Sesekali dia menarik nafas panjang dan kembali termenung memikirkan masalah yang sedang dia hadapi seolah sudah tidak ada solusi dan harus menjalani semua sendiri. Dalam hatinya sedang berperang antara kesabaran dan hawa nafsu, satu sisi dia tidak menerima akan ujian yang dia hadapi tapi sisi lain dari ajaran yang dia terima selama ini bahwa itu sudah menjadi ketentuan Allah yang mutlak adanya.
Pernahkah anda merasakan juga, saat ujian datang melanda kehidupan anda ? dimana masalah yang ada sudah melewati batas kesabaran dan kemampuan anda dalam menerima semua ketentuan allah tersebut, dan saat itu anda ingin berontak, protes terhadap apa yang telah anda terima (yang seharusnya tidak pantas anda terima). Lalu hati kecil anda mulai mengalami benturan-benturan keyakinan, apakah betul Allah menyayangi dan ingin menjadikan aku sebagai orang yang terpilih, ingin menaikkan derajatku disisiNya. Ataukah Dia hanya ingin bermain-main dengan hidupku yang notabene hanya sebagai seorang hamba dimataNya.
Anda merasa mempunyai kemampuan tapi dihadapkan anda tidak dapat berbuat apa-apa untuk mencegah ujian itu datang, anda benar-benar tidak berdaya dan hanya bisa menangis pedih. Percayalah semua orang akan melewati masa itu, dan dapatkah anda rasakan saat itu betapa maha berkuasanya sebuah kehendak Allah ? dapatkah anda rasakan betapa kecilnya diri anda saat itu ? dapatkah anda rasakan betapa anda dipermainkan oleh keadaan sebagaimanapun kerasnya anda berusaha ? anda tidak terima ? itu sepenuhnya adalah hak anda. Allah memberikan kebebasan pada kita untuk menentukan bagaimana harus bersikap karena disitulah KUNCInya.
Jika anda mengambil keputusan untuk bersebrangan dengan apa yang sudah digariskan oleh Allah sungguh anda adalah orang yang sangat merugi, karena dibalik ujian itu tedapat sebuah kenikmatan yang tidak pernah didapatkan oleh orang yang tidak pernah mendapat ujian dari Allah. jujur pada diri anda, apa yang anda rasakan saat mengucapkan lafadz Laa ilaha ilallah, subhanallah, walhamdulillah, wallohuakbar ? kosong ? lalu coba anda renungi lagi ujian yang telah menimpa anda, betapa kecilnya anda saat itu, betapa terpuruk dan tidak berdayanya anda, dan seberapa keras anda berusaha jika Allah belum mencabut ujian itu dari kita maka tidak akan pernah kita dapat lepas dari ujian tersebut. Lihatlah dan rasakan betapa maha Besarnya Allah, betapa Berkuasanya DIA dalam memegang setiap sendi kehidupan kita. Hadirkan rasa itu saat anda mengucapkan takbir, tahmid, sholawat dan dikir kepadaNya. Dan rasakan adakah sesuatu kekuatan mengalir dalam relung hati anda, hangat menyelimuti dan menenangkan jiwa yang sedang terpuruk itu ?
Jika mau hidup di dunia yang telah diciptakan oleh Allah (bahkan notabene kita sendiri adalah ciptaan Allah) maka ikutilah aturan main sang Pencipta, niscaya kamu akan selamat. Itu bukanlah sebuah ungkapan kosong belaka, tapi memang benar adanya. Ikuti aturan main yang ada maka kita akan menjalani kehidupan ini dengan tenang dan bahagia
22. Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan (Lukman - 22)
Kepada semua saudaraku yang sedang diuji oleh Allah, kuatkanlah hati kalian, yakinlah bahwa Allah menganugerahkan kepadamu sebuah kebaikan selama kita tetap istqamah berjalan di jalan yang telah diridhaiNya. Bisa jadi sesuatu yang tidak kita sukai dimata Allah adalah hal yang baik untuk kita, begitu pula sebaliknya bisa jadi sesuatu yang kita sukai sesungguhnya sangat dimurkai oleh Allah.
PS. Innalillahi wainna Ilaihi Roojiun...kepada semua korban situ Gintung semoga diberi kekuatan oleh Allah dalam menjalani ujian tersebut, jangan pernah berputus harapan kepada pertolongan Allah
