Sudahkah anda merenungi Ayat Hari Ini ?

ÝóÅöäøóãóÇ åöíó ÒóÌúÑóÉñ æóÇÍöÏóÉñ
13. Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja,
Surat An-Naazi'aat:13

Hal apa yang pertama kali terbersit dari fikiran anda ketika mendengar kata ISLAM ?
Sholat
Kuno
Teroris
Kaffah
Urusan AKhirat
Ibadah
Lain-lain

Agenda Kegiatan

Penyakit Hasad dan Pengaruhnya Terhadap Ukhuwah Islamiyah
Tanggal : 20-04-2008

Buka Bersama Komunitas IMB
Tanggal : 06-10-2007

undangan untuk lulusan ISTA
Tanggal : 08-09-2007

Site Tracking By. Google Analitycs

Print This DocumentSend via MailBack to previous pages

Memahami Amrozi dan Kawan-Kawan



Kebenaran itu datangnya dari Allah, semoga kita tidak menjadi orang-orang yang ragu. Amrozi seorang manusia sama seperti anda-anda sekalian, namun dia mempunyai pemikiran dan cara pandang yang berbeda, terlepas gelar yang disematkan sebagai teroris atau apalah namanya, beberapa pesan yang dia sampaikan tidak semua salah.

Ada kebenaran yang harus kita terima dan renungi, karena walau secara hakikat terucap dari mulut amrozi tapi syariatnya itu adalah datang dari Allah. Salah satunya bahwa tanpa terasa kehidupan muslim sekarang ini perlahan sudah bergeser menjadi cinta dunia, futur, fasik bahkan tidak sedikit yang munafik (wallohualam mungkin termasuk saya)

 



Istilah yang disampaikan oleh ustadz Jefri mungkin jadi hal yang luput dari pandangan kita, "Tidak mungkin ada asap jika tidak ada api". Sudah sunnatullah bahwa kehidupan ini selalu berimbang dan mempunyai awal. Sama seperti kondisi ada sebab pasti ada akibat, sejak negara Indonesia merdeka sebelumnya tidak pernah ada kasus terorisme seperti yang digembor-gemborkan seperti sekarang. Namun sejak negara-negara kafir laknatullah seperti Israel, Inggris dan Amerika mulai berulah, mengobok-obok negara lain yang secara kebetulan mayoritas Islam. Beberapa kelompok Islam mulai melakukan perlawanan, dan ketika ketidakadilan semakin besar sehingga perlawanan kelompok Islam semakin meluas, dihembuskanlah issue teroris oleh negara-negara kafir laknatullah untuk memuluskan jalan mengeksploitasi dan melakukan penjajahan model baru.

 

Sesungguhnya harus kita akui doktrin pencucian otak untuk melegalkan segala bentuk penjajahan model baru dari Israel, Inggris dan Amerika berhasil dengan sempurna. bahkan sebagai seorang muslim yang tidak mengetahui permasalahan awalnya pun ikut terpengaruh cara pandang kafir laknatullah. Amrozi bukan seorang Rasul yang tidak pernah salah, dia hanya seorang muslim yang sakit hati melihat saudaranya dibantai secar massal di hampir seluruh penjuru dunia. Dia seorang yang tidak ingin tinggal diam melihat ketidakadilan tersebut.

Tindakan bom bunuh diri bukanlah jalan yang benar dan dibenarkan oleh Al quran, dan tidak pula dicontohkan oleh Rasulullah SAW, tapi berdiam diri dan bekerjasama dengan kamu kafir untuk menghancurkan Islam, itu lebih dilaknat oleh Allah dan rasulNya. Cerita kehidupan amrozi, Imam Samudera, dan Ali Ghufron telah selesai terlepas dari title mereka seorang "teroris" selama mereka tidak murtad wajib hukumnya untuk kita memperlakukan mereka sebagai seorang muslim.

Mengambil hikmah dari setiap peristiwa adalah cara terbaik seorang muslim dalam mensikapi dan menjalani kehidupan, dan tetap berpegang pada Al Quran dan sunnah. Seharusnya peristiwa tersebut membuka mata kita, jika kita bisa memberi titel "Teroris" pada Amrozi, lalu pernahkah kita terfikir titel kita sendiri apa ? Mukmin ? Muslim ? Muslim abu-abu ? fasik ? munafik ? kafir ? kenapa kita direpotkan memilih titel yang pantas untuk orang lain sedangkan kita tidak pernah merenungi titel diri kita sendiri di mata Allah.